Tentang Kelurahan



Tentang Kelurahan Kosong


Struktur Organisasi


  • Lurah

    Naiman, S.Pd, M.Si

    Lurah
  • Kelompok Jabatan Fungsional

  • Sekretaris

    Nama Sekretaris

    Sekretaris

  • Seksi Pemerintahan

    Towiyah

    Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban

  • Seksi Pembangunan dan Ekonomi

    Ade Endah Susanti, SE

    Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan

  • Seksi Kemasyarakatan

    Yuyu Sriwahyuni

    Kepala Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan Umum

VISI


Visi Kelurahan Kosong


MISI


Misi Kelurahan Kosong


Visi Misi Kota Depok

  • Visi

    "Kota Depok yang Unggul, Nyaman dan Religius"

  • Misi

    1. Meningkatkan kualitas Pelayanan Publik yang Profesional dan Transparan.
    2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Religius, Kreatif dan Berdaya Saing.
    3. Mengembangkan Ekonomi yang Mandiri, Kokoh dan Berkeadilan berbasis Ekonomi Kreatif.
    4. Membangun Infrastruktur dan Ruang Publik yang Merata, Berwawasan Lingkungan dan Ramah Keluarga.
    5. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam melaksanakan Nilai-nilai Agama dan menjaga Kerukunan antar Umat Beragama serta meningkatkan Kesadaran Hidup Berbangsa dan Bernegara.

Sejarah Berdiri Kelurahan

Pada awal sebelum berdirinya Universitas Indonesia di Depok, Kelurahan Beji Timur masih merupakan lahan perkebunan dan empang milik warga setempat dan sebagian besar tidak ber-tuan (milik negara). Ketika pada akhirnya proyek pembangunan Universitas Indonesia di Depok dilaksanakan, maka sebagai kompensasi penggantian atas lahan warga yang terkena proyek tersebut diberikanlah sejumlah uang dan lahan kapling di daerah kelurahan Beji Timur ini.

Lahan penggantian di daerah Beji Timur ini tertata dalam blok-blok dan kapling-kapling yang cukup rapih dengan luas lahan perkapling nya kurang lebih 500 m2. Karena itu, sampai sekarang ini, kelurahan Beji Timur lebih dikenal oleh warga setempat dengan nama "Tanah Kapling". Untuk kelengkapan daerah tersebut (Kel Beji Timur), pemerintah juga menyediakan fasum berupa satu lapangan bola, satu sekolahan, satu puskesmas, satu posyandu dan satu masjid. Bahkan saat ini tempat tersebut sudah sedemikian berkembang nya sehingga telah berdiri bangunan fasum yang baru berupa gereja, masjid dan beberapa sekolah swasta.

Selain sebagai kawasan hunian warga eks gusuran UI, Kelurahan Beji Timur juga ditempati oleh penduduk lama (sebelum gusuran), Dosen Poltek UI, sekelompok pensiunan karyawan pemerintah (sebagai warga pendatang yang membeli tanah warga setempat), sekelompok orang dari perusahaan tertentu (yang mendirikan hunian untuk karyawannya), beberapa keluarga pasangan muda dan selebihnya (± 25%) adalah penduduk musiman yang merupakan mahasiswa (kost) dari Universitas indonesia  dan Universitas Guna Darma

Dalam tahapan perkembangan berikutnya, Kelurahan Beji Timur merupakan salah satu Kelurahan di Depok yang sebagian daerah nya akan dilewati proyek Jalan tol Lingkar Luar Jakarta 2.


Program Unggulan Kelurahan



Tidak Ada Program Unggulan



Lembaga Kelurahan

PKK

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan "10 program pokok"-nya.

10 Program Pokok PKK pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu :

  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila

  2. Gotong Royong

  3. Pangan

  4. Sandang

  5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga

  6. Pendidikan dan Ketrampilan

  7. Kesehatan

  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi

  9. Kelestarian Lingkungan Hidup

  10. Perencanaan Sehat

Karang Taruna

Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.

Anggota Karang Taruna yang selanjutnya disebut Warga Karang Taruna adalah setiap anggota masyarakat yang berusia 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 45 (empat puluh lima) tahun yang berada di desa/kelurahan.

Warga Karang Taruna sebagaimana dimaksud , mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan, golongan, suku dan budaya, jenis kelamin, kedudukan sosial, pendirian politik, dan agama.

LPM

Deskripsi LPM

BKM

Deskripsi BKM

RT/RW

Masukan RT RW